Bagaimana Mengatasi Kesurupan? - Majalah Fakta Online
Latest Post :

Arsip Posting

Advertorial

Lihat semua Advertorial »
Majalah Fakta Online. Powered by Blogger.

Sosok

Lihat semua Sosok »
Home » , , » Bagaimana Mengatasi Kesurupan?

Bagaimana Mengatasi Kesurupan?


TREND kesurupan kini menjadi marak, seakan-akan menjadi pengganti acara di layar televisi mengenai “dunia lain” yang selama ini telah hilang dari jadwal tayang. Keadaan ini seakan-akan sebagai upaya “penghuni lain” untuk menarik perhatian, setelah lahannya di media layar kaca sudah tidak ditayangkan lagi.

(Foto : RRI)
Banyak pendapat yang terlontar tentang fenomena kesurupan massal yang terjadi akhir-akhir ini. Bahkan, ada seorang dokter menyampaikan sedikit ulasan tentang kesurupan serta upaya yang sekiranya dapat diberikan pada seseorang yang mengalami kesurupan tersebut. Dikatakannya, cukup dokter yang ada di puskesmas untuk menangani kesurupan tersebut dengan memberikan satu ampul yaitu sejenis injeksi obat penenang pada penderita kesurupan. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh pakar di bidang spiritual, yang akan menuruti permintaan “penghuni lain” lewat mulut penderita seperti minta disediakan kembang setaman, secangkir kopi, kemenyan dan lain sebagainya.

Bila dilihat secara seksama bahwa kejadian kesurupan massal tersebut mengalami kerancuan dalam membedakan. Apakah memang penderita kesurupan tersebut mengalami serangan mistis atau hanya bersifat logis. Masyarakat umum akan terus bertanya-tanya, bagaimana bila kejadian itu terulang lagi dan bagaimana sebenarnya upaya yang dibutuhkan agar peristiwa kesurupan massal tidak terulang lagi ?

Informasi yang selama ini diperoleh masyarakat tentang hal itu memang masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan bila kasus tersebut sudah dapat teratasi maka tidak ada penjelasan lebih lanjut dari unsur yang berkompeten. Sebenarnya hal ini terjadi karena berbagai faktor yang bisa menjadi pemicu fenomena kesurupan massal tersebut. baik yang dapat diungkap secara mistis maupun secara logis.

Untuk hal-hal yang bersifat mistis mungkin masih perlu waktu, agar bisa dijabarkan dan dapat diterima oleh masyarakat awam setelah dijelaskan oleh para ahli yang berkompeten. Berbeda dengan yang logis, yang juga membutuhkan keterkaitan dari berbagai multidisiplin untuk memberikan penjelasan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Salah satu disiplin ilmu menyebutkan bahwa kesurupan terjadi karena adanya stres yang dialami oleh seseorang dan melebihi kapasitas kemampuan dari orang tersebut dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

Di sisi lain, fenomena kesurupan dapat juga dipandang sebagai histeria yang terjadi karena beberapa faktor yang timbul pada seseorang, yaitu faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal) si penderita. Pengaruh yang datang dari luar (eksternal) penderita mungkin sangat dominan, seperti lingkungan yang sangat mendukung seperti udara sekitar yang sangat panas atau dingin, suasana yang menakutkan dan lain sebagainya.

Sedangkan faktor yang terjadi dari dalam diri seseorang mungkin bisa digolongkan menjadi dua hal pokok yaitu perihal yang berkaitan dengan psikis dan fisik. Untuk yang berkaitan dengan psikis, tentu sangat dipengaruhi oleh kepribadian/sifat seseorang. Sebagian besar penderita kesurupan, lebih banyak dialami oleh orang-orang yang bersifat tertutup (introvert) dibandingkan yang bersifat terbuka (ekstrovert).

Pola pikir seseorang tentu juga mempengaruhi tingkah laku maupun keadaan fisik seseorang. Selain itu kondisi fisik seseorang juga dipengaruhi oleh aktivitas maupun energi yang tersedia. Kebutuhan energi yang diperoleh dari metabolisme makanan yang masuk ke dalam tubuh seseorang, selain dipergunakan langsung untuk aktivitas fisik sehari-hari juga dimanfaatkan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh pusat pengatur gerakan maupun pengatur pola pikir seseorang, dalam hal ini otak. Kebutuhan yang tidak tercukupi dalam waktu lama tentu akan menimbulkan dampak yang sangat vital pada otak seseorang.

Perlu diketahui, bila otak mengalami kekurangan unsur karbohidrat yang signifikan, maka dapat menimbulkan manifestasi nyata pada tubuh secara keseluruhan, terutama kekejangan maupun kelelahan, seperti yang diutarakan oleh L de Meis dkk tentang metabolisme karbohidrat di dalam buku biokimia Harper. Berdasarkan salah satu pendapat tersebut, mungkin saja fenomena kesurupan massal yang terjadi selama ini dikarenakan kurangnya asupan yang dibutuhkan tubuh guna memenuhi kebutuhan energi dalam melaksanakan segala aktifitas kesehariannya. Hingga perlu kewaspadaan lebih lanjut terhadap terulangnya kejadian tersebut. Hal ini dimungkinkan karena perilaku perorangan dipengaruhi oleh pemenuhan nutrisi pokok yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi dengan baik, terutama saat memulai aktivitas pagi hari dengan sarapan pagi. (F)

*) dr. Ngakan Putu, M.Kes. adalah pekerja kesehatan di Ungaran, Semarang, Jateng.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Follow by Email

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Majalah FAKTA terbit setiap bulan. Untuk berlangganan, hubungi: (031) 5483728, SMS 085 646 231 792 atau email ke : majalahfakta@gmail.com

Edisi Penerbitan


Korupsi

More on this category »

Narkoba

More on this category »

Kesehatan

More on this category »

Iptek

More on this category »

Artikel

More on this category »

Hiburan

More on this category »

Visitors & Site Info

Flag Counter Ping your blog, website, or RSS feed for Free
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Majalah Fakta Online - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website | Modified by Adiknya | Managed by Jink