KIR Para Pelajar SMAN 1 Sukawati - Majalah Fakta Online
Latest Post :

Arsip Posting

Advertorial

Lihat semua Advertorial »
Majalah Fakta Online. Diberdayakan oleh Blogger.

Sosok

Lihat semua Sosok »
Home » , , , , » KIR Para Pelajar SMAN 1 Sukawati

KIR Para Pelajar SMAN 1 Sukawati


INTERAKSI baik antara guru dan murid pada suasana belajar mengajar merupakan hal penting yang patut diwujudkan. Bahkan kedekatan emosional antara mereka sebagai pengajar dan penerima pelajaran pun terkadang diharapkan para siswa, yang kemudian menjadi motivasi dalam penyerapan materi pelajaran yang diterima bisa lebih maksimal.

Drs IGM Puja Armaya MPd MM bersama I Komang
Ernayanti dengan piala juara II Speech Contest
SMA/SMK se-Bali 2012. (Foto: F.915)
Itulah salah satu pandangan I Komang Ernayanti, siswi Kelas 12 IPA 1 SMA Negeri 1 Sukawati yang memunculkan tema tentang guru sebagai dasar peningkatan potensi siswa pada karya ilmiah remaja yang dibuatnya.

Satu karya tulis yang saat ini dalam evaluasi tim dari Undiksa, diajukan bersama dua karya ilmiah lain sesama pelajar sekolah setempat. Dan, satu karya tulis yang mengharapkan adanya perubahan sikap, baik dari guru serta muridnya terhadap kondisi yang terjadi dan dialami oleh sekolahnya itu.

“Inti dari karya ilmiah yang dibuatnya itu, ia mengupas terkait guru dan mata pelajaran Sejarah. Sejauh mana pentingnya sejarah, salah satunya bagi dunia pendidikan,” ujar Drs IGM Puja Armaya MPd MM, Kepala SMA Negeri 1 Sukawati, di kantornya kepada Hermawan dari FAKTA.

Erna, begitu ia dipanggil, saat dipanggil mendampingi Puja Armaya menuturkan alasan terkait judul ‘Kontribusi Guru Ideal Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar’ pada karya ilmiahnya itu. Disebutkannya sebagai bentuk keprihatinan terhadap mata pelajaran Sejarah yang seolah telah dikesampingkan oleh para siswa di sekolahnya. Padahal, sejarah, menurut pendapat siswi pemegang piala juara II Speech Contest SMA/SMK se-Bali pada ajang Jegeg Bagus Bali 2012 serta juara bertahan lomba KIR Kabupaten Gianyar ini, merupakan salah satu pelajaran yang terbilang penting. Tidak saja bagi dunia pendidikan, melainkan di semua lini termasuk tingkat keberhasilan apa pun banyak dipengaruhi oleh adanya sejarah. Bahkan, kata dia, maju-mundurnya satu bangsa tidak luput dari pengaruh sejarah.

Begitu pentingnya sejarah, maka tak heran jika Bung Karno, Presiden pertama RI selalu berpesan dalam setiap pidatonya, supaya tidak melupakan sejarah. “Jas Merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah ! “Itu satu bukti adanya pengakuan akan sangat pentingnya sejarah. Bahkan kemajuan bangsa ini tidak lepas dari adanya sejarah,” tandas Erna di ruang kepala sekolah.

Dengan pentingnya sejarah itu, kata Erna, dirinya berharap agar siswa dan guru saling koreksi diri. Kenapa pelajaran sejarah itu dikesampingkan ? Apakah hanya karena tidak masuk dalam ujian nasional, atau guru yang menyampaikan materi pelajaran itu tidak menarik minat siswa sehingga seolah dianggap tidak penting ? “Itulah yang ingin saya kedepankan dalam materi karya ilmiah yang saya kirimkan ke Undiksa. Saya berharap agar pelajaran sejarah bisa turut diminati siswa-siswi sekolah,” terangnya.

Melihat piawainya sang siswi saat menjabarkan materi karya ilmiahnya, Puja Astawa pun mengamini baiknya tujuan yang hendak disampaikan murid bersangkutan. Dan, ia pun setuju bahwa sejarah merupakan faktor penting termasuk dalam dunia pendidikan atau pelajaran di sekolah. Juga mendukung KIR menjadi satu pelajaran ekstra yang turut digemari siswa.

KIR menurut dia adalah salah satu media untuk mengukur potensi dan kemampuan siswa akan materi apa pun yang ingin disampaikan. “Saya mendukung apa pun jenis karya siswa-siswi yang disampaikan sepanjang itu positif. Dan, secara umum, mereka mendalami karena terdorong harapan adanya perubahan menuju lebih baik,” ujar Puja Armaya.

Begitulah, perubahan sikap salah satunya seperti antara guru dan murid ketika belajar mengajar. Itu yang penting dan harus dikedepankan. Mengingat interaksi kurang baik dalam kelas terkadang muncul karena faktor murid. Unsur tidak suka terhadap pelajaran Sejarah, juga terkadang akibat sikap murid terhadap pelajaran itu alias tidak muncul karena faktor guru semata.

Sementara itu, karya tulis lain yang dikirim siswa SMAN 1 Sukawati, yakni karya tulis hasil karya tim dengan anggota Budi Pratama dan Wahyu Jaya Pratama. Bersama tim, mereka menonjolkan pentingnya kulit pisang raja supaya bermanfaat sama seperti isinya.

“Pada kulit pisang raja ternyata mengandung begitu banyak protein atau secara umum banyak terdapat kandungan gizi. Itu bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, contohnya ayam,” ujar Budi, diamini Wahyu, juga saat dipanggil mendampingi sang kepala sekolah di ruangannya.

Menurut Budi, alasan kulit pisang raja didalami pada KIR timnya, melihat jika kulit pisang selama ini hanya dijadikan sampah. Kondisi itu, apalagi jika dilihat pada areal perusahaan produksi makanan dengan bahan dasar pisang raja, tumpukan kulit pisang terus menjadi pemandangan tidak sedap dalam setiap harinya, seperti terjadi di daerah tempat tinggalnya.

“Ya, harapan kita, kulit pisang raja bisa dimanfaatkan. Tidak hanya menjadi sampah seperti yang terjadi selama ini,” ujar Wahyu turut berkomentar. (F.915)R.26
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Follow by Email

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Majalah FAKTA terbit setiap bulan. Untuk berlangganan, hubungi: (031) 5483728, SMS 085 646 231 792 atau email ke : majalahfakta@gmail.com

Edisi Penerbitan


Korupsi

More on this category »

Narkoba

More on this category »

Kesehatan

More on this category »

Iptek

More on this category »

Artikel

More on this category »

Hiburan

More on this category »

Visitors & Site Info

Flag Counter Ping your blog, website, or RSS feed for Free
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Majalah Fakta Online - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website | Modified by Adiknya | Managed by Jink