Pemerintah Kota Surabaya Sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah 2103 - Majalah Fakta Online
Latest Post :

Arsip Posting

Advertorial

Lihat semua Advertorial »
Majalah Fakta Online. Powered by Blogger.

Sosok

Lihat semua Sosok »
Home » , , » Pemerintah Kota Surabaya Sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah 2103

Pemerintah Kota Surabaya Sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah 2103

PEMERINTAH Indonesia mengadakan sosialisasi pelaksanaan Sensus Barang Milik Daerah (BMD) pada tanggal 1-31 Mei 2013 secara serentak di seluruh Indonesia. Adapun kegiatan sosialisasi ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bagian Bina Program kota Surabaya, di gedung Bappeko lantai III, Rabu (08/05/2013).


Pembicara dalam kegiatan itu dari perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jatim. Acara ini dihadiri oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Lurah se-Surabaya dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.

Kepala Bagian Bina Program Pemkot Eri Cahyadi mengatakan, sosialisasi di Jatim juga telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Jatim yang isinya tentang tatacara pendataan, pencatatan dan pelaporan BMD ini. Sedangkan di Pemkot Surabaya harus dilaksanakan juga, sehingga diharapkan dalam pelaksanaan sensus ini tidak mengalami kendala dan tidak mengalami kesulitan.

”Yang perlu diketahui, agar dalam pendataan, pencatatan dan pelaporan ini benar-benar diperhatikan agar tidak salah arah. Artinya, ketika melakukan pencatatan aset Pemkot ini harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,” ungkap Eri.

Menurutnya, semua jenis barang harus dicatat dan harus dihitung jumlahnya. Jika barang-barang yang memiliki nilai produktif hanya 5 tahun namun masih bisa dimanfaatkan, maka harus ditulis dengan keadaan yang sebenarnya.

“Jadi tidak perlu direkayasa, hitungannya harus sesuai dengan data yang ada,” tambah Eri. Lebih lanjut Eri meminta kepada para pejabat daerah di seluruh SKPD benar-benar teliti. Jika ada barang-barang milik ternyata hilang atau rusak harus juga dicatat. Bila perlu ditanyakan keberadaan barang-barang tersebut melalui petugas terdahulu. Meskipun petugas itu sudah pensiun tetap harus ada laporannya.

Bahkan, kalau ada barang tersebut pernah dipinjam dan tidak dikembalikan harus ditelusuri keberadaannya, karena semuanya harus teridentifikasi. Sensus BMD ini dilaksanakan berdasarkan PP nomor 6 tahun 2006 dan Permindagri no. 17 tahun 2007. Pada saat melaksanakan sensus, tidak ada satupun barang yang tidak terdata.

Meskipun barang tersebut didapat dari dana APBD, APBN, hibah atau apapun jenisnya, bahkan barang tersebut didapat dari iuran karyawan yang digunakan secara bersama-sama, semua harus didata, dicatat dan dilaporkan secara benar dan apa adanya. Setelah itu semua aset daerah tersebut diberi lebel. Dalam laporannya, baru ditulis barang-barang tersebut didapat darimana dan kondisi sekarang bagaimana.

“Semua harus diberi lebel yang jelas dan transparan,” tambah Eri. Eri menegaskan, dalam pendataan dan penghitungan tersebut apabila petugas mengalami kesulitan tentang nilai barang - barang tersebut bisa ditanyakan ke Bina Program.

Kemudian setelah semua barang yang ada tercatat dan dilaporkan. “Yang penting datanya harus lengkap sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, catat apa adanya. Kalau rusak ya ditulis rusak, kalau hilang ya dicatat hilang, kalu dipinjam orang ya dikatakan dipinjam,” katanya.

Masalah nilai, nanti bisa dihitung berdasar validasi. Inventaris ini akan berkaitan dengan anggaran, termasuk jika barangnya sudah aus, rusak, bisa digantikan. Ini penting, jangan ada SKPD yang tertinggal karena akan mempengaruhi SKPD yang lain.

Surabaya Menuju Standar Akuntansi Pemerintahan

Kota Surabaya berbenah untuk memenuhi standar akutansi pemerintahan. Pemkot Surabaya sendiri kini berjalan dan terus memperbaiki proses penganggaran yang sesuai degan standar akutansi pemerintah. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menghindari kesalahan penganggaran dalam berbagai belanja, baik itu belanja modal maupun belanja barang dan jasa. Bahkan, perbaikan dalam perencanaan pengadaan barang dan jasa juga mulai dilakukan dengan baik.

Untuk mencapi tujuan itu semua staf di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diberikan sosialisasi tentang standar akuntansi pemerintah. Harapannya sosialisasi itu bisa memperbaiki kinerja pelaporan dan perencanaan yang dilakukan. Sudadi, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan di Bagian Bina Program Pemkot Surabaya mengatakan, standar akuntansi harus bisa dilaksanakan dengan baik.

Ia melanjutkan, kalau pemerintah daerah termasuk Surabaya bisa memiliki standart akuntansi pemerintahan yang benar, maka bisa memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Kalau penghargaan diperoleh Pemkot, maka hal itu akan luar biasa. Berarti proses perencanaan, penganggaran sampai pelaksanaan bisa dilaksanakan dengan baik. Termasuk juga proses pelaporan yang diberikan,” ujarnya. Untuk itu, katanya, Surabaya harus bisa teliti. Kalau proses perencanaannya salah sejak awal dan direalisasikan, maka penatausahaan, proses akuntansi dan pelaporannya bisa salah pula.

Demikian juga ketika perencanaan benar, tapi penatausahaannya salah, maka proses akuntansinya akan salah dan hasil laporannya juga salah. Ada juga yang perencanaan dan penatausahaan benar, namun proses akuntansinya salah, maka yang terjadi laporannya tetap salah. “Jadi semuanya harus dikerjakan dengan standar akuntansi pemerintahan yang benar,” jelasnya.

Selama ini, katanya, banyak permasalahan yang terjadi. Salah satunya adanya kesalahan penganggaran dari seharusnya belanja modal tapi dianggarkan pada belanja barang dan jasa.

“Intinya harus bisa cermat, makanya sosialisasi tentang standart akuntansi pemerintah penting untuk dilakukan,” katanya. Saat ini, katanya, yang paling penting adalah perencanaan dan penganggaran yang baik. Termasuk juga memahami kode rekening dan proses akuntansi yang baik. “Jadi bisa dilaksanakan dengan baik, predikat wajar tanpa pengecualian bisa dicapai,” jelasnya. (adv)

Pelaksanaan Sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah dan Standar Akuntansi Pemerintah

Sasaran pelaksanaan Sosialisasi sensus Barang Milik Daerah dan Standart Akuntansi Pemerintah antara lain sebagai berikut :
  • Pengguna Barang dalam hal ini Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran;
  • PPK-SKPD (Pejabat Penatausahaan Keuangan);
  • Bendahara Keuangan;
  • Bendahara barang dan perangkat pendukung lainnya;
  • Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

Target dalam sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah dan Standart Akuntansi Pemerintah diharapkan semua pihak mengetahui beberapa hal, antara lain :
  • Sistem pengelolaan barang milik daerah melalui pencatatan administrasi SIMBADA berdasarkan Peraturan Walikota nomor 58 Tahun 2011 tentang perubahan perwali no. 13/2010 tentang kebijakan akuntansi pemerintah kota Surabaya;
  • Sistem prosedur dan definisi Operasional rekening serta pelaksanaannya;
  • Mekanisme Proses pengadaan barang dan jasa

Output yang akan dicapai dalam sosialisasi sensus Barang Milik Daerah dan Standart Akuntansi Pemerintah, antara lain :
  • Melakukan evaluasi kembali Peraturan Walikota nomor 52 Tahun 2009 tentang sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah
  • Direncanakan akan dibuat buku saku untuk mempermudah dalam proses administrasi terkait dengan kapitalisasi.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Follow by Email

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Majalah FAKTA terbit setiap bulan. Untuk berlangganan, hubungi: (031) 5483728, SMS 085 646 231 792 atau email ke : majalahfakta@gmail.com

Edisi Penerbitan


Korupsi

More on this category »

Narkoba

More on this category »

Kesehatan

More on this category »

Iptek

More on this category »

Artikel

More on this category »

Hiburan

More on this category »

Visitors & Site Info

Flag Counter Ping your blog, website, or RSS feed for Free
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Majalah Fakta Online - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website | Modified by Adiknya | Managed by Jink